Jumat, 09 Maret 2012

KIPS Ninja (Kawasaki Integrated Power Valve System)



Sistem Kerja KIPS

Sistem katup KIPS dan CDI bekerja sama untuk mengatur keluaran daya dari mesin agar optimal. Keduanya bertanggung jawab dalam pengaturan ukuran lubang keluaran, timing pembukaan katup dan timing pembakaran.


Langkah efektif mesin 2 tak diukur dari titik mati atas (TMA, posisi piston tertinggi) sampai ketika lobang keluaran terbuka penuh. Memperjauh jarak TMA dan lobang keluaran akan meningkatkan kompresi silinder tersebut sebab terjadi penambahan volume udara yang termampatkan. Pada RPM rendah, rasio kompresi yang lebih tinggi akan membuat mesin dengan segera menghasilkan tenaga yang optimal, tarikan akan terasa enak. Pada RPM tinggi diperlukan rasio kompresi yang rendah, stroke efektif yang lebih pendek sehingga tidak terjadi pembakaran sebelum waktunya (detonasi) yang akan membuat mesin terlalu panas.


Untuk dapat memahami arti pentingnya tekanan gas buang dan kecepatannya kita harus memahami metode pembuangan gas buang pada mesin 2 tak,
http://unic-ungaran.blogspot.com/2012/03/tentang-knalpot-motor-2-tak.html/ maka penting sekali pewaktuan terhadap kedua hal tersebut sehingga menghasilkan tekanan balik yang akan menambah volume udara (bersama BBM yang tidak terbakar) ke dalam silinder, sehingga menambah jumlah masa campuran siap bakar di dalamnya. Sebagai perbandingan dengan mesin 4 tak, XR 250 membakar 220cc campuran BBM/udara setiap rotasi 720° sedangkan mesin 2 tak KDX 200 membakar 288 cc campuran BBM/udara setiap rotasi 360°. Jadi mesin 2 tak secara teori dapat menghasilkan tenaga dua kali lipat dengan volume silinder yang sama.



*Kerja Knalpot menambah volume udara ke silinder*

Jadi bagaimana pewaktuan tekanan gas buang dan kecepatannya meningkatkan performa mesin 2 tak? Jadi tekanan gas buang dan kecepatannya mempengaruhi apakah udara tak terbakar (warna hijau) dapat secara optimal kembali ke silinder untuk dibakar. Pada RPM rendah gas-gas ini kembali ke silinder terlalu cepat sehingga malah tidak bisa masuk ke silinder sebab lobang keluaran belum terbuka, sementara pada RPM tinggi gas-gas ini kembali terlalu lambat sehingga hanya sedikit yang bisa masuk ke silinder, lobang keluaran hampir tertutup.

Fungsi KIPS menambah performa pada RPM rendah maupun tinggi

Sistem KIPS tersusun dari serangkaian poros yang dididorong oleh pegas, pada kecepatan RPM tertentu (kira2 6000 RPM) gaya sentrifugal akan lebih kuat sehingga mendorong beban ke samping dan mendorong pegas maupun katup geser dan membukanya.

Pada RPM di bawah 6000, katup geser menutup dan mengakibatkan bertambahnya stroke efektif sehingga rasio kompresi naik dan sangat cocok memberi tenaga optimal pada RPM rendah. Katup geser tertutup akan melambatkan kembalinya gas-gas dari knalpot. CDI akan bekerja merubah pewaktuan pembakaran dari 6° TMA ketika stasioner sampai 21° TMA pada 6000 RPM. Dan diharapkan akan diperoleh tekanan yang paling tinggi di dalam silinder. Jadi CDI dan katup KIPS bekerja bersama-sama.

KIPS generasi awal (1995 ke bawah) menggunakan katup berputar sedangkan seterusnya menggunakan katup geser.







Cara Perawatan KIPS ??

Tentang Knalpot Motor 2 Tak

Berbeda dengan mesin 4 tak, mesin 2 tak tidak menggunakan katup untuk memasukkkan campuran bahan bakar-udara dan mengeluarkan gas buang , namun menggunakan piston, bentuk ruang bakar itu sendiri dan kanlpotnya. Seperti gambar berikut ini 




*System buang gas Knalpot*
bisa di liah dari ilustrasi gambar di atas. ada gas balik yg mendorong kembali gas segar yg keluar melewati ruang bakar.

nah gas balik ini berhubungan dengan knalpot, dari segi ukuran sudut setiap lekukan di knalpot. jadi ada yg bilang knalpot penyok bisa mengurangi performa, kenapa..?? karena ukuran dari perut itu sendiri udah berubah, baik volume dan sudut yg terbentuk oleh lekukan [penyok]. tersebut.

nah ketika kita melakukan perhitungan knalpot ada dua, ini rahasia dari tmn yg sering itungan sama knalpot.
knalpot 2 tak terdiri dari 2 jenis itungan :

1. Dengan selencer
Itungan dari mulai ujung [lubang out] sampai dengan ujung selencer [yg nongol dikit itu lhooo......]

knalpot ini mempunyai ciri2 ujung saringan menyatu [menyambung] dan langsung ke ruang perut knalpot. misal knalpot ori F1zr. jadi ketika kita mengganti selencer aja, makanya ada pengaruh ke mesin, klo ukuran ke panjangan [di ukur dari ujung out sampai ujung selencer] dari standar [bawaan] maka nafas jadi panjang,dan acceleration jadi berkurang. dan sebaliknya. klo kependekan maka nafas jadi pendek dan topspeed loyo.
analoginya gas buang jadi cepat keluar, klo cepat keluar maka acceleration mantap, dan bagus buat trek pendek.
ini bisa juga di terapkan ke pada knalpot kolong yg notabane memakai selencer yg langsung menyatu ke perut. jadi dengan mengganti selencer saja bisa berakibat ke tenaga.

2. Tanpa selencer.

Itungan ini bisa di liat di perut knalpot ori ninja R [bukan RR yg kolong], karena knalpot ini mempunyai sekat dan selencer tidak langsung menyatu ke perut knalpot, tapi di pisahkan oleh sekat yg berfungsi mengurangin suara dan polusi udara [catalisator]. sekat terujung berada di dalam selencernya. jadi klo ninja ganti selencer tapi perutnya masi pke ori, jadi gak ada pengaruhnya, karena itungan knalpotnya hanya sampai perutnya saja.

Senin, 05 Maret 2012

KMI hanya Berikan yang Terbaik bagi Konsumen Indonesia


Ternyata pihak PT. Kawasaki Motor Indonesia (KMI) memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen di tanah air.
Freddyanto Basuki, selaku Marketing & Advertisting Dept Head PT. Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mengungkapkan, “Sebenarnya sejak lama kami ingin menjual motor berkapasitas besar dengan peruntukan turing akan tetapi kami ingin memberi yang terbaik dan terbaru. Jadi kami menunggu saat yang tepat dan baru sekarang ini bisa kami launching secara resmi”
Memang di saat menjelang peristiwa 31 Mei (launching Kawasaki Ninja 250), di Thailand juga diproduksi Kawasaki Er6n. Er6n mengingatkan akan moge Eropa yang menonjolkan rangka dan warna polos serta sosok yang kekar.
Baik Er6n maupun Er6f (disini disebut Ninja 650,red) yang ditawarkan oleh KMI adalah generasi teranyar yang bakal dirilis tahun 2012.
Dari sisi banderol yang bermain di angka 100 jutaan, membuat orang seketika membandingkan dengan Kawasaki ZX6R yang launching pertengahan tahun ini.
”Jangan salah. Meski dari kapasitas hampir sama, ZX6R adalah motor balap sedangkan dua motor ini (Er6n & Ninja 650,red) memiliki tipe turing. Perhatikan saja jok pemboncengnya yang besar dan pastinya akan lebih nyaman. ZX6R dibanderol 200 juta lebih karena memang untuk balap, 4 silinder segaris, dan bahan eksotis titanium ada pada motor ini yaitu pada klep maupun camshaft”
Sedangkan untuk aksesoris Two Brothers ini Freddy menjawab, “Untuk sementara kami fokus pada jualan terlebih dahulu untuk aksesoris saya percaya bila orang kita cukup kreatif membuat part aksesoris ini sudah terbukti di produk kami, Ninja 2 tak maupun 4 tak”






Rahasia Kawasaki Ninja 150 2 tak Tetap Eksis "Pendapat Pribadi"




Baru baru ini blog sempet rame ramenya ama pemberitaan kalau Kawasaki Ninja 150 mau keluar versi yang baru, maksudnya yang fairingnya baru  , macem macem dah yang diributin ada yang ngerasani kok belum pake mesin 4 tak injeksi kayak motor2 baru, banyak yang kagum akan modelnya yang tambah gagah (termasuk saya juga hehehe), bahkan ada yang masih memuja Ninja 150 sebagai motor yang lebih worth it daripada CBR150 warna Repsol, beneran ta? ya tergantung orangnya aja  .
Angkat besi Minato Namikaze Hokage Monster Godzilla topi buat Ninja 150 karena inilah satu2nya motor 2 tak yang masih diproduksi di Indonesia dan satu-satunya motor kelas Light sport bike 2 tak yang berhasil bertahan dari krisis moneter gede-gedean pada masa itu, yang tahun 1998-an itu lhoo. Padhal Kawasaki pada zaman itu belum punya nama setenar Honda (NSR 150 SP), Yamaha (TZM150), dan bahkan Suzuki (RGR150) pada didiscontinue semua. Wah sakti donk, kenapa yo kok Ninja 150 isa bertahan? soalnya masih ada yang mau beli barunya 
Kenapa kok masih masih adanya yang mau beli motor 2 tak hi-end buatan Kawasaki ini? nah inilah pendapat pendapat saya, sorry kalau agak subyektif  bahkan ngawoor hehe.
1. Harganya paling murah di kelasnya (paling ga sekarang jadi masuk akal lah)
Ga tau sih harga NSR waktu pertama launching wonk saya masih baby   , tapi waktu SMP, Harga awasaki Ninja 150 jauhh lebih murah daripada saingannya Honda CBR150 Built up,  Harga CBR150 Built Up katanya temen SMP (kalau dia ga mbujuk) sekitar Rp 45 jutaan, Lha harga Ninja 150 sekarang aja di kisaran Rp 34juta-an, berati jaman dulu lebih murah lagi donk. Cuma kalau orang yang mau kelihatan sugih alias kaya alias yu jien ren pasti pilihnya CBR 150 built up, salahkah mereka? ane rasa ga salah kan itu duit duitnya dia dan memang gengsi CBR150 pas itu naek gara gara CBR600 yang waktu itu juga dimasukin IU (Importi Umum) ==> apa mungkin jaman saya SMP (2004-2007) kalau naik CBR150 rasanya kayak naik CBR1000 yo??? (bodo amat yang jelas ga pernah megang hehe)
2. Mesinnya itu lhoo
Kata Sun Tzu kalau menyerang musuh harus dari sisi paling lemahnya, jangan one by one dari sisi paling kuat, ajur dewe (kalau hoki ya hancur bareng :mrgreen: ) mungkin ini yang dipake Ninja, dengan harga yang masuk akal dan menang di sisi mesin, maka inilah yang dijual ninja, mesinnya. Yup walaupun mesinnya kalah teknologi ama CBR150 PGM-FI tapi Ninja 150 bisa ngasepin CBR150 AHM kan? nah itu yang dijual Ninja. Kalau jualan top speed dan akselerasi sopo seng beli, tentu aja Speed Freak Boy lah. Makanya Motor ini banyak dipake di balapan baik itu balapan resmi ama balapan liar.
3. Desainnya Keren
Ninja 150rr NEW (katanya rilis bulan Maret)
Kawasaki Ninja

Ciri khas desain ninja adalah model tangkinya yang atasnya rata dan bokong yang agak runcing sitik membuat yang naik motor ini paling ga tambah ganteng 1 level (asal ga diganti ban super tipis ae, jadi cungkring deh). Apalagi kalau lihat model barunya yang waoooow, betulnya ga terlalu banyak berubah cuma fairing, Headlamp (yang menurut ane kayak Ninja 250), dan striping fairing membuatnya tetep kayak Ninja 2 tak dan ga ketinggalan jaman. Alamat penjualannya naik lagi buat tahun ini.
4. Nama besar Kawasaki yang awet dan Image Ninja 150 sebagai motor kenceng
Kalau tanya ama orang yang eksis di tahun 80-an yang ngikutin motor, Kawasaki Binter Merzy itu terkenal mesinnya yang kuat awet dan bandel pokoknya bisa dipertanggung jawabkan deh, apalagi walaupun ATPM Kawasaki KZ200 Binter Merzy (PT. Bintang Terang-nya Suk Edy Tanzil) sudah tutup, tapi konon katanya sparepartnya dan perawatannya ga terlalu susah. Makanya beberapa orang (walaupun ga banyak) jadi FBK (Fans Boy Kawasaki). Masa papa-nya temen ane sampe bilang “Kaze itu lebih enak daripada Supra, potongen jarine papa nek ga enak”.
Binter Merzy
Nah soal nama besar Ninja, Ninja 150 (yang nama aslinya Kawasaki Serpico -Tolong tempeleng kalau salah-) yang sudah lama beredar dan terkenal sebagai motor kencang pasti mengundang para pembeli berdatangan kan? hehehe. Apalagi ini satu2nya dua tak di Indonesia yang masih baru, pasti 2 stroke Lovers akan memburunya kan hehehe. Jadi seperti kata temen saya Kawasaki + Ninja jaminan motor banter yang awet punya (tapi tergantung sampeyan ngerawatnya aja fren)

Ya itu tadi pendapat ane kenapa kawasaki Ninja 150 masih tetap eksis hehehe  kalau salah mohon dikoreksi, dikritik, ditampar, dilempar bakiak, ditempeleng dan dipisuhi
Nah menurut sampeyan para pembaca apa yang bikin Nih motor masih eksis 

n:h � e i 0� 8 � : both; border-top-left-radius: 0px !important; border-top-right-radius: 0px !important; border-bottom-right-radius: 0px !important; border-bottom-left-radius: 0px !important; zoom: 1; color: rgb(55, 55, 55); font-variant: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: -webkit-auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: rgb(255, 255, 255); ">

Sabtu, 25 Februari 2012

Merawat & Menangani Super KIPS Macet (Bagian 2)

Bagian II ini membahas langkah lanjutan utk merawat SKIPS. Dilakukan klo perawatan ringan ga mempan.

Langkahnya:
  1. Langkah 1,2,3 sama dengan yang dibahas di Artikel Bagian I.
  2. Pake kunci ring 10 buat buka skrup pengunci batang pemutar katup SKIPS. untuk buka, puternya ke KANAN (kebalikan skrup biasa). Cuma ada 1 skrup saja, di sebelah kanan mesin (Gbr 1). Kemudian copot gear di batang pemutar katup SKIPS.
  3. Pake kunci ring 8 buat buka rumah SKIPS. Utk buka, puter ke KIRI (kayak skrup biasa). Ada 2 skrup, di kiri & kanan rumah SKIPS (Gbr 2). Sesudah skrup terbuka, utk mencopot rumah SKIPS, congkel pelan2 pake obeng minus.
  4. Buka skrup pengunci gear mekanis katup SKIPS pake kunci ring 10. untuk buka, puter ke KANAN. Ada 2 gear mekanis katup, kiri & kanan (Gbr 3). Kemudian copot gear mekanis dari dudukannya.
  5. Ingat bahwa nanti pada saat memasang gear kembali, ada titik2 yang hrs diperhatikan. Titik2 ini hrs saling bertemu pada saat dipasang nanti (Gbr 4).
  6. Bersihkan pake carb cleaner sampe bener2 kinclong: gear mekanis (3 buah – yaitu 2 gear katup SKIPS & 1 gear pemutar katup SKIPS), rumah SKIPS (bagian atas mesin), tutup rumah SKIPS
  7. Buka skrup pengunci batang katup pakai kunci L 5. Membukanya ke arah KIRI. Ada 2 buah, di kiri & kanan (Gbr 5). Copot pengunci tsb dengan menggunakan obeng minus. untuk mencongkelnya, ada dudukan di sebelah dpn pengunci tsb.
  8. Pasang kembali skrup ke batang katup. Gunanya sbg dudukan untuk mengungkit batang katup SKIPS keluar dari dudukannya. Gunakan obeng panjang atau kunci T atau apa saja terserah untuk mengungkit batang katup tsb. Lakukan dengan hati2 (Gbr 6).
  9. Skrg kita sdh mengeluarkan batang katup SKIPS. Terdiri dari 2 bagian, yaitu batang katup itu sendiri dengan katup SKIPS di bagian bawahnya (yg berwarna oranye) & selongsong batang katup tempat berputarnya batang katup (gbr 7). Keluarkan selongsong dari batang katup. Pembersihan dilakukan dengan menyemprot carb cleaner ke katup SKIPS yang berwarna oranye. Tunggu sbntr sampe cairan meresap dan kerak melunak. Kerak tsb bisa kita bersihkan dengan amplas halus. Perhatikan bhw amplas hanya boleh digunakan di katup ini. TIDAK BOLEH digunakan pada batang katup dan bagian dalam selongsong katup, krn bisa menyebabkan baret yang bikin perputaran seret. JANGAN menggunakan thinner untuk membersihkan selongsong katup krn bs menyebabkan karet seal melar shg getas/gampang sobek. Bersihkan dengan menggunakan carb cleaner atau engine degreaser.
  10. Langkah berikutnya: buka kuping/tutup SKIPS di bagian kanan & kiri mesin (yg ada tulisannya Super KIPS untuk kanan & tempat selang HSAS di kiri) – Gbr 8. Gunakan kunci T 8mm. Masing2 tutup ada 3 skrup. untuk buka putar ke kiri. Bersihkan tutup dan bagian dalamnya (Gbr 9) dengan menggunakan carb cleaner/engine degreaser Amplas jk perlu. Semprot lubang SKIPS dengan carb cleaner atau engine degreaser supaya kerak rontok. Sesudah bersih, tutup kembali.
  11. Beri high temp grease secukupnya pada batang katup. Knp hrs pake high temp grease? Dari  namanya juga udh tau jawabannya kan? Abis itu pasang selongsongnya kembali. Pasang kembali batang katup berikut selongsongnya ke lubang dudukan. Pukul pelan pake palu karet atau palu biasa tp jgn langsung, pake gulungan kain untuk menutupi batang katup supaya tdk rusak wkt diketok. Ingat: ngetoknya pelan aja, yang penting masuk.
  12. Pasang kembali semua part dengan langkah kebalikan di atas.

Asyik kan? Dgn tau langkah2 di atas kan bisa ngebersihin sendiri & hemat biaya. Atau klo pas ga ada wkt buat bersihin SKIPS sendiri, setidaknya wkt di bengkel ga bakal dikibulin ama mekanik. Jgn mau klo mekanik cuma copot kuping SKIPS kanan kiri trus bersihin aja (soalnya aq juga prnh ngliat mekanik bengkel resmi cuma nglakuin ini buat bersihin SKIPS). Klo gitu aja sih anak SD juga bisa. Suruh mekanik bongkar sampe ke katup/valve SKIPS & bersihin, jgn lupa minta diksh grease juga. Pelototin juga dia pake high temp grease atau ga...


Terakhir, pembersihan seperti ini bisa dilakukan 2-3 bulan sekali atau bahkan lebih atau tergantung kebutuhan. Ini juga tergantung pada kualitas olsam yg dipakai, jam terbang (ninin yg keluar cuma pas weekend ama yg tiap hari beredar tentu berbeda) dan kondisi jalan yg dilewati (semakin sering nglewatin jln berdebu, hrs semakin sering dibersihkan).










Sumber : 

Merawat & Menangani Super KIPS Macet ( Bagian 1 )

Banyak keluhan mengenai macetnya "senjata" Ninja 150 ini. Jadi aq pikir perlu dibahas langkah penanganannya secara detail, apalagi banyak ninjer yg msh newbie (bahkan ga bisa bedain antara 2 tak & 4 tak... hahahaha... piss bro...).

Sebetulnya cara penanganannya sudah banyak di bahas di banyak treat. Di NC pun sebetulnya sudah ada Note yg membahas ini (baca Note: Solusi Super KIPS Macet...). Artikel kali ini hanya sedikit melengkapi dan menambahkan, terutama dg foto2 step by step, supaya bahkan newbie pun bisa melakukannya. Ini bukan bermaksud menggurui ya... kita saling berbagi pengalaman aja... kalo artikel ini msh ada kekurangan, mohon koreksinya...

Macetnya SKIPS bs terjadi di 2 hal:
  1. Macet di RPM bawah. Dg kata lain katup SKIPS ga mau kebuka. Kalo udah gini ninin ga bakal mau lari... larinya ketahan di RPM sktr 7.000.
  2. Macet di RPM atas. Kalo yang ini kejadian kalo abis ngebut, katup SKIPS ga mau nutup lagi.
Efeknya kebalikan yang diatas. Di RPM bawah ninin akan loyo... udah gitu suara knalpot jadi aneh... gede banget...
Tapi yang jelas, mau macet di RPM atas kek atau bawah kek, pokoknya kalo macet ya nyebelin...

Sebelum saya bahas tentang bagaimana cara perawatan dan penanganan SKIPS macet, ada beberapa tips yang bisa dilakukan sebelum kita bongkar SKIPSnya (inipun juga sudah sering dibahas sebetulnya, tapi tidak apa-apa cuma sekedar pengingat aja):
  1. Pake oli samping minimal JASO FC & semi sintetik. (Ini sudah dibahas di beberapa Note NC sblmnya... silakan digebet ulang)
  2. Sering geber sampe RPM >7.000, baik saat manasin maupun saat sudah jalan.
      Kalo aq sendiri sih ga pernah geber2 gas pas manasin mesin. Bukan apa2. Takut ditimpuk tetangga... Aq manasin mesin 2-3 menit aja tanpa digeber2, abis itu jalan pelan2 keluar komplek (ini juga blm ngebut... takut diketapel ama Pak RT). Begitu masuk jalan raya, baru aq geber2 dikit ampe >RPM 7.000, abis itu siap deh buat ngebut (ama polisi juga ga takut... hahaha). Buat ninjer yg takut ngebut, bisa aja pasang persneling rendah, trus panteng RPMnya sampe 7.000-9.000 sebentar, yang penting katup SKIPS udah bekerja (tapi aneh juga ya, beli ninja koq takut ngebut... hehehe).

Tapi itu hanya langkah preventif awal. Ada langkah preventif berikutnya, yaitu perawatan. Aq bagi jadi 2: ringan dan berat. Tapi jangan kuatir, walaupun berat tapi newbie sekalipun masih bisa nglakuin dengan aman koq. Artikelnya pun aq bagi jadi 2 bagian: Bagian I (Utk penjelasan awal & langkah perawatan ringan) dan Bagian II (Langkah perawatan lanjutan).
Siapin peralatannya. Untuk perawatan ringan minimal harus ada: obeng plus, kunci ring 10, carb cleaner (cairan pembersih karburator, merk terserah, kalo aq pake STP), chain lube (pelumas rantai atau pelumas semprot lainnya, merk terserah, kalo aq pake MTR).
Untuk perawatan berat, peralatannya harus ditambah dengan: kunci L 5, kunci ring 8, high temp grease (gemuk pelumas, merk terserah, kalo aq pake Top1) & Fanta Orange sekaleng (buat jaga2 kalo haus...).
Bagian I (perawatan ringan):
  1. Buka fairing kanan kiri (buat RR) pake obeng plus. Fotonya sudah ada di Note NC "Cara Stel Oli Samping".
  2. Buka karet penutup SKIPS (warna hitam, di kanan atas mesin) - Gbr 1.
  3. Pake kunci ring 10 di skrup batang pemutar katup SKIPS. Mainin ke kanan & ke kiri sambil semprotin carb cleaner ke bagian dalam rumah SKIPS (ke arah gigi2 mekanis) - Gbr 2 & Gbr 3.
  4. Kalo pas deket situ ada tukang tambal ban, boleh juga tuh abis disemprot carb cleaner trus minta semprot angin ke rumah SKIPSnya buat ngusir kerak/debu/pasir,
  5. Tunggu sebentar ampe carb cleanernya kering. Abis itu semprot gigi2 mekanis SKIPS pake chain lube biar licin (seperti di Gbr 3).
  6. Pasang lagi karet penutup SKIPS & fairingnya. 
Langkah ini merupakan langkah paling simpel, tapi lumayan efektif untuk mencegah SKIPS macet yang disebabkan karena penumpukan kerak/debu/pasir yang menyelinap ke gigi2 mekanisme SKIPS di rumah SKIPS. Bisa dilakukan seminggu atau 2 minggu sekali atau sesuai kebutuhan. Kerak/debu/pasir yang menempel itu bisa mengganjal gigi2 penggerak katup SKIPS yang menyebabkan gigi2 tersebut ogah bergerak. Ini bisa dirontokkan pake carb cleaner. Kalo ga ada carb cleaner, WD40 boleh juga... tapi jangan pake semprotan Baygon ya... emang mo ngusir nyamuk...

Langkah ini yg biasa dilakukan oleh mekanik bengkel resmi kalo pas service (itu juga kalo dia ga lupa). Langkah ini juga merupakan langkah darurat kalo pas lagi di jalan & tiba2 SKIPS ngambek...

Kalo pake langkah ini SKIPS msh macet juga, pake langkah perawatan lanjutan yang akan kita bahas di Bagian II, dimana kita akan bongkar mekanisme SKIPS (gigi2 dan valve).


Buka karet penutupnya


Gerakan dengan kunci ring 10 ke kanan dan kekiri


Semprot dengan menggunakan CARB CLEANER
Bersambung ke Bagian 2

Super KIPS Ninja 150 sampeyan macet..?? nih dia tipsnya..!!!


Siapa nggak puyeng kalo Super KIPS macet. Digeber ogah lari, terus konsumsi bensin juga lebih boros. Hal ini banyak dikeluhkan oleh para penyemplak Ninja 2tak generasi baru. Sejauh ini saran yang diberikan mekanik hanya sebatas harus bervariasi dalam hal speed, jangan monoton alias sekali-kali digeber sampe mesin teriak dirpm tinggi. Masalahnya kalo rute diJakarta kayak gini mau geber mesin gimana lawong lari 100km/jam aja dah empot-empotan jantung  karena rute tidak mendukung. Untuk mengakalinya sebenarnya bro-bro bisa utak-atik sendiri. Simpel dan gampang. Berikut panduan dari pak Freddyanto Basuki, bos divisi service Kawasaki Motor Indonesia.

Katup Super KIPS di Kawasaki Ninja generasi Euro 2 bisa macet. Kalo udah macet, akselerasi & top-speed langsung drop. “Macet karena tumpukan kerak sisa gas buang. Jadi gerak putarnya terhambat. Tapi, nggak perlu diganti. Cukup dibersihin kayak servis kepala silinder,” bilang Freddyanto Basuki, bos divisi servis PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).Sejatinya katup Super KIPS buat nambah power. Ia membuka setelah mesin berkitir sampai 7.000 rpm. Di rpm bawah, akselerasi motor bagus karena katup Super KIPS nutup. Sehingga bukaan lubang eksos tidak besar. Di rpm atas, top speed-nya laju karena katup KIPS membuka liang eksos tambahan. Alhasil, gas buang lebih lancar & cepat.“Super KIPS juga guna memenuhi standar emisi Euro 2. Jika Super KIPS macet, semua tujuannya gak jalan,” jelas Freddy, sapaan Freddyanto Basuki. Dia kasih tips jika Super KIPS macet. Berikut penjelasannya.Buka aja karet penutup Super KIPS di depan cylinder-head. Mengeceknya, buka gas ampe 7.000 rpm. Jika gigi-gigi Super KIPS tak bergerak, tandanya komponen ini macet. “Mestinya di rpm 6.000, gigi-gigi Super KIPS mulai gerak dan membuka penuh setelah 7.000 rpm,” jelas Freddy lagi.



Kalo udah ketauan macet, buruan betulin. Bisa dikerjain sendiri kok. Siapin obeng plus, kunci ring 10 dan 8 serta kunci L 5. Mulai dengan buka fairing samping pake obeng plus.
Copot karet pelindung Super KIPS (Klik gambar untuk memperbesar)

Lalu lepas batang pemutar katup Super KIPS. Buka putar ke kanan (Clockwise) pakai kunci ring 10.

Copot rumah Super KIPS. Lepas kedua baut pengunci dengan kunci ring 8. Buka putar ke kiri (Anti Clockwise).



Sekarang sudah tampak mekanis Super KIPS. Awas, buka murnya beda dengan baut umumnya. Buka putar ke kanan (Clockwise). Kencengin, putar ke kiri (Anti Clock Wise).

Sekarang tampak gigi mekanis Super KIPS, perhatikan bagian atas gigi mekanisnya, ada titik. Saat dipasang nanti, titik ini kudu ada di tengah 2 titik yang ada di gigi katup Super KIPS.

Kini, katup penutup Super KIPS sudah kelihatan. Lepas dua baut pengunci katup pake kunci L 5. Mencabut katup mesti bantu cungkil dengan obeng min. Posisi nyongkelnya pilih yang gak ngerusak permukaan kepala silinder.
Sekarang bersihkan. Jika ada cairan carburetor cleaner bisa disemprotkan dulu agar kerak melunak. Kalo nggak ada, kikis aja dengan ampelas halus ukuran 1.000 agar tidak mengikis besi katup.
Setelah itu lumasi dengan grease (oli gemuk) Hi-Temp, bisa merek apa aja. Kalau saya pake grease merek Top 1 kebetulan di gudang ada orang bengkel mesin yg pake oli top 1 sebagai pelumas utk pembakaran suhu tinggi…ukuran 1 kaleng sekitar 20rban kalo ga salah.

Simpelkan bro. Tehnologi SKIPS Ninja dibuat untuk membantu bukan sebaliknya. Setelah itu dijamin larinya Ninja sampeyan maknyus kembali……

Jumat, 24 Februari 2012

Seputar Pilot Dan Main jet pada kawasaki Ninja


Di dalam karburator, selain ada pelampung dan jarumnya, juga terdapat part yang namanya pilot dan main jet.

“Secara fungsi, baik main jet maupun pilot jet merupakan part jeroan yang dipakai untuk mendukung tugas utama dari karbu,” ulas Kiki Gustiawan, suhunya bengkel Joery Motor Sport (JMS), di Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakbar.

Penasaran kan, soal cara kerja pilot maupun main jet mendukung kinerja karbu? Mari kita bahas lebih lanjut.


Pilot jet. 
*Pilot jet*
Saat mesin mulai distarter dan hidup, suplai bahan bakarnya dialirkan melalui pilot jet. “Sampai putaran mesin menengah, pasokan bahan bakar masih mengandalkan part itu. Boleh dibilang juga, bahwa onderdil ini membantu motor untuk berakselerasi pada putaran mesin bawah sampai menengah,” kata mekanik akrab disapa Juki ini.

Makanya, tak jarang untuk mendapatkan besutan yang galak di putaran mesin bawah, ukuran pilot jet diseting ulang. Tapi bagaimana menentukan bahwa ukuran pilot jetnya sudah pas?

“Gampang. Setelah pilot jet bawaan motor diganti ukurannya dan motor digeber, coba lihat sisa pembakaran di ujung busi. Bila berwarna putih, tandanya suplai bahan bakar terlalu miskin,” jelas Juki.

Itu kalau ukurannya kekecilan, nah bila terlalu besar maka akan terlihat saat grip gas dipelintir spontan. Di sini mesin motor tak bisa langsung meraung di putaran rendah sesaat setelah grip gas dibuka.

Namun setelah putaran mesinnya mulai sesuai dengan suplai bahan bakar, maka mesin akan normal kembali. “Itu terjadi karena pada rpm rendah, suplai bahan bakar terlalu banyak,” terang mekanik bertubuh subur ini.

Main Jet.


Juga dipakai sebagai part pendukung karbu untuk mensuplai bahan bakar ke ruang bakar. Walau fungsinya sama, namun main jet akan bekerja mengalirkan bahan bakar saat putaran mesin sudah ada di tengah sampai atas.
*Main jet*
Saat mengaplikasi knalpot aftermarket untuk mendongkrak stamina, biasanya mekanik menyarankan untuk ganti ukuran main jet. “Tentu itu untuk bisa mendapat suplai bahan bakar yang pas, saat rpm mulai main di putaran mesin tengah sampai atas,” ungkap Juki.


Nah untuk mendapatkan ukuran yang pas, perlu perhatikan tanda-tandanya. Bila kelar ganti main jet dan saat motor digeber cepat menjerit, maka dipastikan ukuran main jet kekecilan. “Tentu hal itu membuat motor larinya jadi tak bisa maksimal,” jelas mekanik motor-motor buat balap road race sampai grasstrack ini.

Sebaliknya, bila ukuran main jet terlalu besar maka akibatnya mesin akan brebet di putaran atas. Tentu hal tersebut karena suplai bahan bakar yang terlalu berlebih.


~ Semoga bermanfaat ~


Senin, 13 Februari 2012

13 Tips Merawat Sepeda Motor 2 Tak


Merawat sepeda motor bisa dibilang gampang-gampang susah, perlu ketelatenan dan keseriusan untuk merawat sepeda motor. Sebenarnya merawat motor tidak rumit dan semahal yang dibayangkan sebagian orang. Pemeliharaan dan service rutin sudah tentu dibutuhkan. Buat para bikers penunggang 4 tak yang ingin motornya selalu tampil prima, ada beberapa jenis perawatan rutin yang dapat kita kerjakan sendiri dirumah. Selain hemat, juga nggak mesti sering-sering mampir kebengkel.

Apalagi jika motor sudah mulai rewel, paling nyebelin! Padahal, biasanya kondisi itu terjadi akibat kita juga yang kurang merawat motor. Untuk menangani motor yang sering rewel ada beberapa hal yang harus diperhatikan, berikut adalah 13 tips merawat sepeda motor 2 tak :
Cara Merawat Sepeda Motor 2 Tak

Sepeda motor bermesin 2 tak memang dikenal dengan akselerasi serta tenaga yang boleh dibilang dahsyat dengan kelas sejenisnya, contoh saja jenis RX-King, F1ZR, Satria, Kawasaki Ninja dan beragam merek dan jenis lainnya.

Namun keberadaan jenis sepeda motor tersebut akhir-akhir ini sedikit berkurang jika dibandingkan dengan jenis sebaliknya yaitu motor 4 tak.  Salahsatu alasannya barangkali karena jenis motor 2 tak kurang ramah lingkungan akibat asap pembakaran yang dikeluarkannya. Maklum saja jenis motor ini menggunakan tambahan campuran bahan bakar yang berupa campuran yang biasa disebut dengan oli samping yang menyebabkan keluarnya asap dari pembuangan knalpot.

Bagi para penggemar dan hobies tentu saja hal tersebut bukanlah suatu masalah yang berarti, konsumsi BBM yang relatif boros serta biaya tambahan pembelian oli samping bukanlah suatu alasan untuk merasakan kenikmatan akselerasi dalam berkendara.

Untuk itu kali ini akan diberikan beberapa Tips Cara Merawat Sepeda Motor 2 Tak milik sobat tetap dalam kondisi fit dan sehat:

1. Oli Samping
Selain menggunakan pelumas guna melancarkan kinerja gigi-gigi pada komponenya, motor 2 tak menggunakan tambahan pelumasan lainnya berupa oli samping guna melumasi bagian piston, setang seher, serta laher bearing as krug. Pastikan kondisi oli samping jangan sampai kering atau kosong. Atur volumenya dengan takaran yg sesuai yaitu tidak terlalu irit dan tidak pula terlalu boros (terlalu irit = Overheat/kepanasan, Terlalu boros = motor mbrebet dan asap ngepul). didalam hal oli samping di motor 2 tak boleh dibilang merupakan hal yang wajib dan mutlak diperlukan.

2. Karburator
Melakukan servis rutin pada komponen ini, terutama ketika sering digunakan pada kondisi kotor dan berdebu.

3. Blok dan Head
Melakukan pembersihan rutin pada komponen ini, dari sisa kotoran atau kerak hasil pembakaran. Harus diingat bahwa pada bagian ini banyak terdapat sisa kerak hasil pembakaran oli samping dan minyak jadi kondisinya harus tetap bersih.

4. Aki/Accu
Memeriksa kondisi air aki (akibasah) dan pastikan dalam keadaan berfungsi menyuplai arus listrik yang baik, terutama yang menggunakan sistim kelistrikan cdi tipe DC.

Jangan biarkan air accu melewati batas maksimum dan minimum yang akibatnya bisa mempercepat kerusakan pada sel-sel accu. Tambahkan aki pada pagi hari.

Jangan biarkan baterai atau accu yang sudah mulai melemah, segeralah menggantinya, bukan hal baik jika anda tetap memaksa menggunakannya. Jika tetap dipaksakan kedua kutub positif dan negatif akan mengeluarkan korosi (serbuk putih) yang akan menjalar ke bagian kabel-kabel utama yang menghubungkan arus listrik ke saluran lampu, dinamo, atau bagian-bagian lainnya.

Jika memang motor anda mengalami hal tersebut, arus listrik yang dihantarkan baterai atau accu tidak sempurna akan menyebabkan kerusakan pada komponen dinamo, kontak mesin maupun switch lampu. Satu hal yang perlu diperhatikan jika accu sudah lemah atau tidak mampu di starter dan distarter, jangan memaksa mendorong sepeda motor untuk menghidupkannya sebab hanya akan merusak gigi transmisi.

5. Radiator.
Pada jenis motor 2 tak yang menggunakan Radiator/pendingin air seperti Kawasaki Ninja, pastikan kondisi dan volume air raditor dalam keadaan cukup Guna menghindari kelebihan panas.

6. Pemanasan.
Biasakan melakukan pemanasan pada kendaraan sebelum digunakan, apalagi setelah tidak digunakan lebih dari 6 jam, atau pada suhu ekstrim seperti pada waktu pagi hari. Hal ini dimaksudkan guna memberikan pelumasan terlebih dahulu pada komponen yang akan bergerak nantinya.

7. Cek Kondisi Oli

Oli mesin ini sangat penting peranannya untuk melumas komponen-komponen mesin, seperti stang seher, seher, dan ring seher, kruk as dan noken as atau stang klep. Jika keberadaan minyak pelumas sudah berwarna kehitam-hitaman atau kelenturan daya lumasnya berkurang, maka sebaiknya diganti. Ganti oli secara berkala dan gunakan sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

8. Periksa Rantai dan Gir

Jangan biarkan rantai terlalu kendor, atau terlalu kencang. Terlalu kendor bisa membuat rantai copot dari girnya, sementara terlalu kencang bisa mengakibatkan putus rantai. Cek juga kondisi gir, jika sudah tajam segera ganti karena jika tidak rantai bisa tiba-tiba putus. Bahaya kan, kalo lagi ngebut tiba-tiba putus rantai?

9. Periksa Kabel Koil dan Busi

Perhatikan keberadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi. Cepat ganti kabel yang kelihatannya sudah cukup umur dan banyak terlihat keretakan dan pengerasan pada kabel. Jangan lupa perhatikan keberadaan busi karena busi sangat vital untuk kelancaran sebuah mesin kendaraan.

10. Perhatikan Selang Bensin

Selang bensin ke karburator juga merupakanm komponen yang layak diperhatikan. Jangan membiarkan kondisi selang bensin mengeras atau terjadi retakan-retakan, karena bagian dalam selang bisa jadi sudah tidak elastis dan mengakibatkan serbuk kotoran yang berasal dari selang terbawa ke karburator. Pada akhirnya akan terjadi penyumbatan suplai bensin dari tanki ke karburator sehingga mengganggu sistem pembakaran.

11. Panaskan Mesin paling lama 2 Menit

Panaskan mesin sebelum motor dijalankan, tak perlu lama-lama cukup 1-2 menit agar sirkulasi oli bisa melumasi seluruh bagian dalam mesin yang bergerak. Jangan terlalu lama memanaskan karena akan membuat pipa knalpot menguning selain itu Anda pasti tak mau buang-buang bensin khan?.

12. Periksa tekanan angin ban

Jangan terlalu keras dan juga jangan kurang karena bisa berakibat kembang ban motor rusak.

13. Gunakan Selalu Sparepart Asli

Lebih baik mahal sedikit, tapi puas dan tahan lama daripada memakai yang tidak asli, meski murah tapi tapi daya tahan kurang.

15 Mitos Seputar Ninja 150


1.      Mitos : oli samping racing (yang berbahan baku minyak kastor) juga bisa untuk pemakaian harian
Fakta : salah
Penjelasan:
Minyak kastor sulit untuk tercampur dengan bensin. Oli ini akan membentuk lapisan film di permukaan logam. selesai balap, semua bagian mesin yang terlumasi dengan oli harus dibersihkan, karena minyak kastor akan mengerak dan bersifat lengket. Untuk harian, lama kelamaan akan merusak mesin.
2.      Mitos : oli mesin 2 tak perlu ditambah aditif
Fakta : salah
Penjelasan :
Oli mesin 2 tak hanya melumasi kopling dan gearbox, berbeda dengan oli mesin 4 tak, jadi tidak perlu ditambah dengan aditif. Aditif justru membuat oli terlalu licin dan bisa menyebabkan kopling selip.

3.      Mitos : lebih baik menggunakan oli mesin yang lebih kental (SAE lebih tingg)
Fakta : salah
Penjelasan :
Kerenggangan antar part (clearance) di mesin sudah diukur oleh pabrik dan sudah ditentukan tingkat kekentalan oli mesin yang cocok. Gunakan tingkat kekentalan oli seperti yang direkomendasikan oleh pabrik (lihat ke buku manual)

4.      Mitos : menggunakan bensin oktan tinggi akan menambah performa mesin.
Fakta : belum tentu
Penjelasan :
Untuk mesin yang memiliki rasio kompresi diatas 9:1, maka itu betul. Tapi untuk mesin dengan rasio kompresi di bawahnya, maka penggunaan BBM oktan tinggi tidak akan membawa pengaruh apapun ke mesin, selain emisi gas buangnya lebih bersih. Bahkan jika oktan terlalu tinggi, maka akan ada sisa BBM yang tidak terbakar dan menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar. Apabila mesin dengan rasio kompresi 7,2:1 diisi dengan Pertamax dan ridernya mengatakan ada peningkatan tenaga, maka bisa dipastikan bahwa itu adalah sugesti.

5.       Mitos : ganti koil racing akan meningkatkan performa mesin
Fakta : belum tentu
Penjelasan :
Koil racing memang akan menghasilkan api yg lebih besar. Tapi tanpa disertai dengan suplai BBM & udara yang memadai, justru akan membuat pembakaran menjadi terlalu kering. Pernah dicoba oleh Sportisi Motosport, dengan main colok koil aftermarket tanpa ada ubahan di sektor lain, power RR malah justru turun 0,5 dk.

6.      Mitos : ganti busi yang apinya lebih besar akan meningkatkan performa mesin
Fakta : belum tentu
Penjelasan :
Apabila sebelum ganti busi, karburator diseting basah maka ganti busi yang kemampuannya lebih tinggi memang ada pengaruhnya terhadap kemampuan mesin. Tapi apabila setingan karbu sebelumnya sudah tepat, maka penggantian busi yang apinya lebih besar tidak akan membawa pengaruh apa-apa.

7.      Mitos : menutup HSAS akan menambah power mesin.
Fakta : salah
Penjelasan :
Menutup HSAS memang akan membuat akselerasi di RPM bawah menjadi lebih cepat, sedangkan power dan top speed tetap sama saja. Harap diingat bahwa HSAS hanya bekerja di RPM bawah.

8.      Mitos : memajukan waktu pengapian akan meningkatkan performa mesin
Fakta : belum tentu
Penjelasan :
Mengubah timing pengapian pada mesin standar belum tentu bisa meningkatkan performa mesin. Waktu pengapian yang terlalu maju (advance) malah mengurangi tenaga mesin atau mesin susah langsam atau bahkan tidak mau bekerja. Waktu pengapian yang terlalu mundur (retard) bahkan bisa lebih berbahaya untuk mesin, piston bisa jebol karena timing pengapian yang tidak tepat.

9.      Mitos : ganti membran dengan bahan yang lebih kaku akan meningkatkan performa mesin
Fakta : belum tentu
Penjelasan :
Untuk mesin standar, penggunaan membran dengan bahan yang lebih kaku seperti serat karbon justru akan membuat tarikan motor makin berat, karena perbedaan tekanan pada ruang engkol mesin standar kurang kuat untuk membuka lidah membran serat karbon. Pengecualian untuk mesin yang sudah dikorek/modif.

10.  Mitos : perubahan ukuran pilot jet dan main jet setelah ganti knalpot racing adalah sama untuk tiap motor
Fakta : belum tentu
Penjelasan :
Perubahan ukuran PJ/MJ harus mengikuti permintaan mesin sesudah ganti knalpot racing. Tiap merk dan jenis knalpot racing memiliki karakternya masing-masing dan tentu juga menuntut jumlah pasokan BBM & udara yang berbeda-beda juga.

11.  Mitos : mengganti karburator dengan venturi yang lebih besar akan meningkatkan kecepatan
Fakta : belum tentu
Penjelasan :
Karburator venturi yang lebih besar memang akan meningkatkan top speed di arena balap. Tapi untuk keperluan harian di dalam kota, tentu akan lebih merugikan di kecepatan akselerasi. Apalagi jika perubahannya hanya di sektor karbu dan knalpot saja.

12.  Mitos : bubut magnet akan meningkatkan performa mesin
Fakta : belum tentu
Penjelasan :
Untuk di arena balap, itu betul. Di balapan RPM selalu tinggi. Tapi untuk harian, motor justru akan kehilangan torsi dan akan sangat merepotkan.

13.  Mitos : mematikan fungsi Super KIPS dan menyetingnya dalam posisi katup terbuka akan meningkatkan kemampuan motor
Fakta : belum tentu
Penjelasan :
Untuk keperluan balap, memang betul. Karena di balapan RPM selalu tinggi, sehingga Super KIPS akan selalu terbuka. Tapi untuk pemakaian harian, akan membuat RPM bawahnya akan ngempos dan akan memboroskan BBM karena rider pasti akan langsung menarik gas untuk mendapatkan RPM yang tinggi.

14.  Mitos : cara mengerem yang benar dalam keadaan darurat adalah sampai roda mengunci
Fakta : salah
Penjelasan :
Justru roda yang mengunci akan membuat motor tergelincir dan akan sulit untuk dikendalikan, terutama di jalan basah. Usahakan jangan sampai roda mengunci ketika kita mengerem. Ini memang perlu latihan, kecuali kalau motor kita sudah dilengkapi dengan ABS (Anti-lock Braking System).

15.  Mitos : Ninja 150 adalah motor yang boros
Fakta : belum tentu
Penjelasan :
Boros dilihat dari sisi mana? Dalam kondisi standar saja, Ninja 150 sanggup menempuh 30 km untuk 1 liter BBM. Bandingkan dengan kompetitornya yang sama-sama 150cc tapi bermesin 4 tak. Kompetitor menempuh 35 km per liter BBM. Ninja 150 bisa menggunakan premium karena rasio kompresi yang 7,2:1, sedangkan yang 4 tak harus menggunakan pertamax karena rasio kompresinya yang 11:1. Oli samping Ninja 150 pun sangat irit, sanggup menempuh 1.500 km per liter oli samping (dalam kondisi mesin standar). Tentu pengecualian kalau sudah dimodif/diseting balap dan sering buat kebut-kebutan...


Sumber : NINJA COMMUNITY

















Minggu, 12 Februari 2012

Standar Spesifikasi Oli 2 Tak (Ninja)

Ada beberapa pertanyaan dari temen2 mengenai oli yang bagus. Tentu ini pertanyaan yang ga bisa dijawab dengan begitu aja. Masalahnya oli yang bagus untuk motor A blm tentu bagus untuk motor B. Bagus untuk mobil jelas ga bagus untuk motor. Paling parah oli mobil diesel dipake buat motor... Trus gmn taunya oli yang tepat buat motor kita? Kita perlu tau dulu spesifikasi dari oli tsb, dimana spek oli tsb hrs memenuhi persyaratan minimal dari pabrikan motor kita. Dg oli yang tepat, kita akan mendapatkan performa yang optimal dari mesin motor kita.

Berhubung yang aq punya adlh Ninja 2 tak, tentunya disini aq lebih fokus untuk ngebahas oli samping ya... harap maklum... :-) Berikut ini adalah standar spesifikasi oli yang bisa kita temukan di botol oli. Standar yang umum dipake adalah API, JASO, ISO dan SAE. Sebetulnya ada satu lagi standar yaitu NMMA (National Marine Manufacturers Association) yang bermarkas di US tp dia hanya mengatur standar oli untuk mesin kendaraan air, jd ga dibahas disini. Harap dicatat juga bhw Ninja 2 tak menggunakan 2 macam oli, yaitu oli transmisi dan oli samping.

  1. API (American Petroleum Institute), bermarkas di US
     Standar API meliputi daya lumas, kontrol deposit, oksidasi oli, keausan, karat dan korosi. Khusus untuk oli samping mengatur daya lumas, detergency, kandungan abu & pre-ignition.
    API mengatur standar oli untuk mesin bensin 4 langkah, mesin diesel dan mesin bensin 2 langkah.

    Mesin bensin 4 langkah
         Kodenya diawali dg "S" (Spark). Saat ini msh ada 4 klasifikasi,
         SH ---> untuk mesin dg teknologi <1994, spesifikasi diatas SG
         SJ ---> untuk mesin teknologi 1996, spesifikasi di atas SH
         SL ---> untuk mesin teknologi 2001, spesifikasi di atas SJ
         SM ---> yang terbaru, bisa digunakan pada mesin yang menpersyaratkan pelumas dengan spesifikasi di bawahnya (SL/SJ/SH).
         untuk Ninja 150, oli transmisi yang dipersyaratkan oleh pabrik adlh minimal SL. Dg kata lain klo bro mo pake oli transmisi dg spek SM, silakan saja.

    Mesin diesel
         Kodenya diawali dg "C" (Carbon).  yang msh dipake adalah CF, CG, CH dan CI. Berhubung ini adalah Ninja Community dan bukan Panther Community, maka oli mesin diesel ga dibahas di sini ya... :-)

    Mesin bensin 2 langkah (Oli samping)
         Kodenya diawali dg "T". Ada 4 spesifikasi:
         API TA  --> sudah tdk digunakan lagi
         API TB ---> spesifikasi di atas TA
         API TC ---> spesifikasi di atas TB
         API TD ---> spesifikasi di atas TC
         untuk Ninja 150, oli samping yang dipersyaratkan oleh pabrik adlh minimal TC. Dg kata lain klo bro mo pake oli samping dg spesifikasi TD, silakan saja
  2. .      JASO (Japanese Automobile Standards Organization), bermarkas di Jepang
     JASO mengatur standar oli untuk mesin bensin 4 langkah, mesin diesel dan mesin bensin 2 langkah.

    Mesin bensin 4 langkah
         Ada 2 spesifikasi, yaitu MA dan MB dimana kualifikasi MB di atas MA.
         untuk Ninja 2 tak, standar minimal untuk oli transmisi yang ditetapkan pabrikan adalah MA, dg kata lain kalo bro mo pake yang MB ya silakan aja.

    Mesin bensin 2 langkah (oli samping)
         Ada 4 spesifikasi:
         JASO FA ---> sudah tidak digunakan
         JASO FB ---> spesifikasi di atas FA
         JASO FC ---> spesifikasi di atas FB
         JASO FD ---> spesifikasi di atas FC
         untuk Ninja 150, oli samping yang dipersyaratkan oleh pabrik adlh minimal FC. Dg kata lain klo bro mo pake oli samping dg spek FD, silakan saja.

  3.  ISO (International Standards Organization), bermarkas di Eropa
     Mengatur standar untuk banyak hal. Aq bahas yang standar untuk oli samping aja. Ada 3 spesifikasi:
    ISO-L-EGB ---> memiliki persyaratan yang sama dg JASO FB
    ISO-L-EGC ---> memiliki persyaratan yang sama dg JASO FC, di atas ISO-L-EGB
    ISO-L-EGD ---> memiliki persyaratan yang sama dg JASO FD, di atas ISO-L-EGC
    Berhubung standar ISO & JASO sama, maka untuk Ninja 150, oli samping yang dipersyaratkan oleh pabrik adlh minimal ISO-L-EGC. Dg kata lain klo bro mo pake oli samping dg spek ISO-L-EGD, silakan saja.
  4.  SAE (Society of Automotive Engineers, Inc.)
     Standar ini mengatur viskositas (tingkat kekentalan) oli. Hanya mengatur untuk oli mesin 4 langkah dan oli transmisi 2 langkah. Semakin besar angka indeksnya, makin kental olinya.
    Ada 2 spesifikasi viskositas.
  • Monograde.     Oli ini hanya memiliki 1 tingkat kekentalan pada semua suhu. Contoh SAE 10, SAE 20.
  • Multigrade.   Oli ini memiliki tingkat kekentalan ganda/bervariasi tergantung suhu. Pada suhu dingin oli ini akan encer dan pada suhu tinggi akan kental. Contoh SAE 10W 40, SAE 20W 50. "W" adlh singkatan dari winter. Berbeda dg standar2 yang lain, oli yang encer blm tentu lebih bagus drpd oli yang kental dan sebaliknya. Dg kata lain blm tentu SAE 10W 40 lebih baik drpd SAE 20W 50, begitu juga sebaliknya. Tergantung dari persyaratan yang diminta oleh        masing-masing pabrikan untuk tiap produknya.
     untuk oli transmisi Ninja 2 tak, yang disyaratkan oleh pabrikan adalah multigrade 10W 40.

KESIMPULAN:
Utk bisa memilih oli yang baik untuk motor kita, hal yang hrs diperhatikan adlh:

Spesifikasi oli yang disyaratkan oleh pabrikan. Cek ke buku manual.
Spesifikasi oli yang tertera di kemasan oli.
Pastikan bhw oli yang kita pilih memenuhi standar minimal yang ditetapkan pabrikan. Lebih dari itu ya lebih bagus. Sesuaikan dg budgetnya... hehehe...

Sebagai contoh: oli samping yang paling bagus tentunya yang memiliki kualifikasi API TD, JASO FD, ISO-L-EGD. Kualitas berikutnya (yg dibawahnya) tentu yang berkualifikasi API TC, JASO FC, ISO-L-EGC. Lihat di kemasannya.
Sedangkan untuk oli transmisi, yang paling bagus tentu yang berkualifikasi API SM dan JASO MB. Kualitas berikutnya (yg dibawahnya) tentu yang berkualifikasi API SL dan JASO MA.
Utk Ninja 150, oli samping yang berkualifikasi API TC, JASO FC, ISO-L-EGC sudah memenuhi persyaratan minimal oli samping. Sedangkan untuk oli transmisi, oli dg kualifikasi SL atau JASO MA sudah memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan oleh pabrik. SAE untuk oli transmisi Ninja 150 adlh SAE 10W 40. untuk merknya, terserah saja.

Hal lain yang harus diperhatikan adlh bahan dasar pembuat oli. Ada 3 macam: mineral, semi sintetik dan sintetik. yang paling bagus adalah yang sintetik, apalagi kalo untuk oli samping. Diikuti oleh semi sintetik dan mineral. untuk Ninja 150, semi sintetik sudah memenuhi kebutuhan minimal. Tp klo punya budget lebih, boleh aja beli yang sintetik.

Masih ada hubungannya dg bahan dasar oli: jgn menggunakan oli racing untuk pemakaian harian. Oli racing terbuat dari castor oil/minyak jarak. Oli ini hanya untuk sekali pemakaian. Selesai balap semua bagian mesin yang terlumasi hrs dibongkar dan dibersihkan, mulai dari blok silinder sampai ke crankcase. Krn castor oil akan mengerak dan lengket seperti gum.

Tabel dibawah ini untuk mempermudah dlm memilih oli dg spesifikasi yang tepat untuk Ninja 150:

Oli Samping
Specification       API        JASO        ISO
Good                   TC           FC      ISO-L-EGC
Best                    TD           FD      ISO-L-EGD

Oli Transmisi
Specification       API        JASO        SAE
Good                    SL           MA       10W 40
Best                     SM          MB        10W 40

Yg terakhir: semua yang kita bahas di atas akan sia-sia kalo ternyata oli yang kita beli palsu… jadi, hati-hati dlm membeli oli…

Sumber : Ninja Community